Tulisan ini adalah pencarian otentisitas manusia Toraja. Pencarian ini dimulai dari pertanyaan filosofis: manusia Toraja dari mana? Bagaimana? Dan, mau ke mana? Pertanyaan dari mana, adalah pertanyaan yang menanyakan tentang status ontologis manusia. Jawaban atas pertanyaan ini akan ditelusuri dalam mitos dan ritus. Pertanyaan, bagaimana adalah pertanyaan epistemologis, yang mau menelusuri konsep-konsep ritus manusia Toraja, dan nilai-nilai yang ada di dalamnnya. Pertanyaan, mau ke mana, sesungguhnya adalah pertanyaan reflektif yang mengurai sebuah konsep penting tentang manusia Toraja sebagai homo deus, yang juga mengungkapkan konsep eskatologis manusia.
Manusia Toraja, adalah manusia yang selalu merindukan untuk kembali pada kekekalannya. Kerinduan itu kemudian dimaknai dalam harmoni hidup, dalam relasi dengan yang lain. Manusia yang didalam dirinya melekat kodrat relasi dalam nilai sangserekan (yang lain dianggap sebagai saudara kembar). Itu sebabnya manusia Toraja akan melihat alam bukan sebagai subalter. Tetapi dilihat sebagai bagian dari dirinya sendiri. Ini menunjukkan kodrat manusia Toraja, juga adalah homo religious. Manusia yang selalu menyadari dirinya ada bersama dengan yang lain (being with other).



